Flowchart
4. Flowchart
Flowchart Smart Landslide Warning System dimulai dengan proses pembacaan data dari tiga sensor, yaitu sensor intensitas hujan (H), sensor kelembapan tanah (T), dan sensor getaran (G). Setelah data diperoleh, sistem akan memeriksa apakah nilai intensitas hujan kurang dari 60% dan kelembapan tanah kurang dari 55%. Jika kedua kondisi tersebut terpenuhi, maka area dinyatakan dalam kondisi AMAN, sehingga sistem mengaktifkan indikator LED hijau sebagai tanda bahwa risiko longsor masih rendah. Namun, jika salah satu atau kedua parameter melebihi batas yang ditentukan, sistem akan melanjutkan proses pemeriksaan berikutnya.
Pada tahap selanjutnya, sistem mengevaluasi apakah intensitas hujan telah mencapai atau melebihi 60% dan kelembapan tanah telah mencapai atau melebihi 55%. Jika kondisi ini terpenuhi, sistem kemudian memantau jumlah getaran yang terdeteksi dalam interval waktu 5 detik. Apabila jumlah getaran mencapai atau melebihi 10 kali, maka sistem menetapkan status BAHAYA, mengaktifkan LED merah dan buzzer sebagai peringatan dini bahwa potensi longsor sangat tinggi. Sebaliknya, jika intensitas hujan dan kelembapan tanah sudah berada pada tingkat tinggi tetapi jumlah getaran masih kurang dari 10 kali dalam 5 detik, maka sistem menetapkan status WASPADA sebagai indikasi bahwa kondisi lereng mulai tidak stabil dan perlu dipantau lebih lanjut. Setelah status ditentukan dan indikator yang sesuai diaktifkan, sistem kembali melakukan pembacaan sensor secara berulang (loop) untuk memastikan pemantauan kondisi lingkungan berlangsung secara real-time dan berkelanjutan.
Komentar
Posting Komentar