Rangkaian Simulasi dan Prinsip Kerja


Rangkaian Simulasi dan Prinsip Kerja 

        Prinsip kerja alat Smart Landslide Warning System ini adalah membaca tiga parameter utama yang berhubungan dengan potensi longsor, yaitu intensitas hujan, kelembapan tanah, dan getaran tanah. Rain sensor YL-83 digunakan untuk membaca kondisi hujan, soil moisture sensor YL-69 digunakan untuk membaca kelembapan tanah, sedangkan vibration sensor SW-420 digunakan untuk mendeteksi adanya getaran atau pergerakan tanah. Data dari rain sensor dan soil sensor dibaca melalui ADC STM32F103C8T6, sedangkan sensor getaran dibaca sebagai sinyal digital HIGH atau LOW.

    Sistem menentukan kondisi berdasarkan nilai threshold yang sudah ditentukan. Jika nilai hujan kurang dari 60% dan kelembapan tanah kurang dari 55%, maka sistem berada pada kondisi AMAN. Jika hujan sudah mencapai 60% atau lebih dan kelembapan tanah mencapai 55% atau lebih, maka sistem masuk kondisi WASPADA karena tanah dianggap mulai jenuh akibat hujan. Pada kondisi ini, lampu rotator menyala sebagai peringatan visual, sedangkan buzzer masih mati.

    Kondisi BAHAYA terjadi ketika hujan mencapai 60% atau lebih, kelembapan tanah mencapai 55% atau lebih, dan sensor getaran mendeteksi getaran valid. Untuk alat nyata, getaran valid ditentukan sebagai 10 pulsa HIGH dalam waktu 5 detik. Jika kondisi ini terpenuhi, maka sistem mengaktifkan lampu rotator dan buzzer sebagai tanda peringatan bahaya longsor. Jadi, sistem tidak langsung menganggap hujan atau tanah basah saja sebagai bahaya, tetapi bahaya baru aktif jika hujan tinggi, tanah basah, dan ada indikasi getaran/pergerakan tanah.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Figure 7.21

Figure 8.17

Figure 12.19