Prinsip kerja rangkaian ini menggunakan dua input berupa pushbutton yang berperan sebagai pengganti sensor infrared dan sebuah switch sebagai pengendali utama. Mikrokontroler secara terus-menerus membaca kondisi kedua input tersebut. Pushbutton diasumsikan sebagai simulasi sensor infrared, di mana saat pushbutton tidak ditekan dianggap sebagai kondisi tidak mendeteksi benda. Dalam kondisi ini, pushbutton berada pada logika tidak aktif.
Ketika switch dalam keadaan ON (aktif/ditekan), mikrokontroler akan menerima sinyal aktif dari switch. Jika pada saat yang sama pushbutton tidak ditekan (yang berarti tidak ada objek terdeteksi), maka kedua kondisi yang diinginkan terpenuhi. Mikrokontroler kemudian memproses logika tersebut dan memberikan sinyal keluaran ke LED. Akibatnya, arus listrik mengalir dari sumber tegangan melalui LED menuju ground, sehingga LED menyala dengan warna kuning sebagai indikator bahwa sistem berada dalam kondisi tidak ada objek dan switch aktif.
Sebaliknya, jika pushbutton ditekan (menandakan ada objek terdeteksi) atau switch dalam keadaan OFF, maka salah satu kondisi tidak terpenuhi. Mikrokontroler tidak akan mengaktifkan LED sehingga tidak ada arus yang mengalir dan LED tetap mati. Dengan demikian, rangkaian ini bekerja berdasarkan logika sederhana di mana LED hanya menyala ketika pushbutton tidak ditekan dan switch berada dalam kondisi ON.
[KEMBALI KE MENU SEBELUMNYA] DAFTAR ISI 1.PENDAHULUAN 2.TUJUAN 3.ALAT DAN BAHAN 4.DASAR TEORI DAN SOAL 5.PERCOBAAN 6.DOWNLOAD FILE DIGITALLY CONTROLLED AUDIO SIGNAL ATTENUATOR 1.Pendahuluan [Back] Dalam sistem audio modern, pengaturan volume menjadi salah satu aspek penting yang memengaruhi kualitas dan kenyamanan dalam mendengarkan suara. Secara tradisional, pengaturan volume dilakukan menggunakan potensiometer analog yang diputar secara manual. Namun, kelemahan dari sistem ini adalah tingkat keausan mekanis dan keterbatasan dalam integrasi dengan sistem digital. Untuk menjawab tantangan tersebut, dibutuhkan suatu rangkaian digitally controlled attenuator , yaitu sistem peredam sinyal audio yang dikendalikan secara digital. Digitally Controlled Audio Signal Attenuator merupakan sebuah rangkaian yang berfungsi untuk mengatur besar kecilnya sinyal audio secara presisi dan fleksibel menggunakan logika digital, seperti mikrokontroler atau IC logika. Sistem...
[KEMBALI KE MENU SEBELUMNYA] DAFTAR ISI 1.PENDAHULUAN 2.TUJUAN 3.ALAT DAN BAHAN 4.DASAR TEORI DAN SOAL 5.PERCOBAAN 6.DOWNLOAD FILE DEMULTIPLEXER 1.Pendahuluan [Back] Dalam sistem digital, pengolahan dan distribusi data menjadi aspek penting yang harus diatur secara efisien agar komunikasi antar bagian sistem dapat berjalan dengan baik. Salah satu perangkat logika kombinasi yang berperan dalam distribusi sinyal adalah demultiplexer . Demultiplexer, atau sering disingkat DEMUX , merupakan rangkaian logika yang berfungsi untuk menyalurkan satu input ke salah satu dari beberapa output yang tersedia, berdasarkan sinyal kontrol atau select line . Berbeda dengan multiplexer (MUX) yang bertugas memilih salah satu dari beberapa input untuk dikirim ke satu output, demultiplexer bekerja sebaliknya: ia menerima satu input data dan mengarahkannya ke salah satu dari banyak output , tergantung pada kombinasi dari sinyal seleksi yang ...
[KEMBALI KE MENU SEBELUMNYA] DAFTAR ISI 1.PENDAHULUAN 2.TUJUAN 3.ALAT DAN BAHAN 4.DASAR TEORI DAN SOAL 5.PERCOBAAN 6.DOWNLOAD FILE DECODERS 1.Pendahuluan [Back] Dalam sistem digital, proses pengolahan dan penyajian data membutuhkan perangkat logika yang mampu menerjemahkan informasi dari satu bentuk representasi ke bentuk lain. Salah satu komponen penting dalam proses ini adalah decoder . Decoder merupakan rangkaian logika kombinasi yang berfungsi untuk mengubah input dalam bentuk kode biner menjadi output yang unik dan sesuai dengan kombinasi input tersebut. Dengan kata lain, decoder mengambil input biner dan mengaktifkan salah satu dari sejumlah output berdasarkan kombinasi input tersebut. Komponen ini banyak digunakan dalam berbagai aplikasi digital seperti sistem memori, tampilan tujuh segmen (seven segment display), pemilih jalur (data routing), dan unit kendali dalam mikroprosesor. Decoder juga menjadi bagian fundamental dalam proses pengalam...
Komentar
Posting Komentar